Literasi Jadi Fondasi SDM Unggul, Pemerintah Perkuat TBM dengan Program Baru

Sahabat Edukasi yang berbahagia... Sebanyak 800 peserta perwakilan dari 2.414 pengelola Taman Bacaan Masyarakat (TBM) hadir dalam pertemuan daring bertajuk Kepala Badan Bahasa Menyapa Taman Bacaan Masyarakat (TBM) se-Indonesia dalam Rangka Sosialisasi Bantuan Pemerintah. Angka ini menunjukkan potensi besar peran TBM sebagai agen literasi yang aktif menjaga dan mengembangkan budaya literasi di tengah masyarakat Indonesia.

Literasi sebagai Fondasi Utama Sumber Daya Manusia

Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Kemendikdasmen, Hafidz Muksin, menegaskan bahwa penguatan literasi merupakan fondasi penting untuk mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

"Peningkatan dan penguatan literasi ini menjadi hal yang sangat penting dalam rangka mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya peningkatan kualitas sumber daya manusia. Literasi menjadi salah satu fondasi penting," ujar Hafidz Muksin.

Kebijakan RPJMN 2025–2029 kini berfokus pada penguatan literasi kebahasaan, pengembangan Bahasa Indonesia sebagai bahasa internasional, serta pelestarian sastra daerah melalui pendekatan partisipasi semesta.

Akses Buku Bacaan dan Pemanfaatan Teknologi

Badan Bahasa memperkuat akses melalui penyusunan dan pendistribusian buku bacaan bermutu ke satuan pendidikan dengan tingkat literasi rendah. Selain buku cetak, pemerintah mendorong penggunaan buku digital melalui platform Rumah Pendidikan pada fitur Ruang Murid.

Kolaborasi dan Sinergi Komunitas Literasi

Tahun ini, tersedia tiga jenis bantuan pemerintah yang menyasar komunitas literasi, komunitas sastra, serta pelestari bahasa daerah. Forum TBM diharapkan dapat bersinergi dengan Balai atau Kantor Bahasa di daerah agar program tepat sasaran. Berikut adalah beberapa hal yang menjadi sorotan dalam perkembangan TBM:

  • Jawa Barat merupakan provinsi dengan jumlah TBM terbanyak di Indonesia.
  • Disusul oleh Jawa Tengah, Banten, Jawa Timur, dan Sumatera Barat.
  • Penerima bantuan meningkat dari 100 menjadi 110 kuota tahun ini.
  • Pentingnya akuntabilitas dan laporan pertanggungjawaban dalam pengelolaan dana bantuan.

Program Fasilitasi untuk Komunitas Literasi Tahun 2026

Program Fasilitasi Komunitas Literasi 2026 ditujukan bagi komunitas yang aktif berkontribusi dalam budaya baca. Kegiatan yang diusulkan harus berfokus pada literasi baca-tulis, seperti:

  • Kegiatan membaca pemahaman.
  • Penulisan kreatif dan diskusi karya sastra.
  • Penguatan kemampuan berbahasa Indonesia yang baik dan benar.

Komunitas yang memenuhi syarat dapat mendaftar melalui laman resmi dapobas.kemendikdasmen.go.id/banpempusbin/. Bantuan yang diberikan sebesar 50 juta rupiah per komunitas sebagai bentuk dukungan nyata pemerintah dalam memperkuat ekosistem literasi nasional.

Sinergi antara pemerintah dan komunitas melalui transparansi bantuan diharapkan mampu mendorong tumbuhnya karya sastra berbasis komunitas serta meningkatkan kualitas literasi secara berkelanjutan di seluruh penjuru daerah.

Artikel Terkait:

0 Komentar di "Literasi Jadi Fondasi SDM Unggul, Pemerintah Perkuat TBM dengan Program Baru"

Posting Komentar