Berhenti dari Kebiasaan yang Telah Mengakar Puluhan Tahun Bukanlah Perkara Mudah

Saudaraku, waktu adalah sumber daya yang paling berharga dan tak ternilai. Karena itu, memanfaatkan setiap detiknya untuk kebaikan merupakan wujud syukur atas nikmat yang dianugerahkan oleh Allah SWT. Di dalamnya terdapat upaya menjaga kesehatan, menjadi teladan bagi sesama, serta menjalani kehidupan sebagai manusia yang tidak merugi.

Hukum kehidupan ini begitu jelas: siapa yang menanam kebaikan pada waktunya, maka kebaikan pula yang akan dipetiknya. Waktu yang digunakan untuk hal-hal terbaik akan menghadirkan hasil terbaik, baik bagi diri sendiri, keluarga, maupun lingkungan sekitar.

Tanggal 5 Juli 2026, pukul 16.17 WIB, saya jadikan sebagai titik awal yang baru. Sebuah momentum untuk menyadari bahwa jatah kehidupan terus berkurang, sementara kesempatan menanam amal dan menebarkan manfaat harus terus diperbanyak. Bukan hanya untuk diri sendiri, melainkan juga untuk keluarga, sesama manusia, bahkan demi menjaga keharmonisan semesta yang Allah titipkan kepada kita.



Atas izin dan rahmat Allah SWT, segala perjalanan yang telah saya lalui telah dicukupkan dengan pelajaran dan hikmah yang berharga. Pada saat tulisan ini dipublikasikan, saya memulai kembali langkah yang pernah berkali-kali saya coba tempuh. Bukan karena akhir yang menggagalkan, melainkan karena kegagalan untuk bertahan sejak awal perjalanan dimulai.

Namun, atas izin dan rahmat-Nya pula, segala sesuatu yang kurang baik di masa lalu saya terima sebagai pelajaran agar tidak terulang kembali. Semua itu menjadi bekal untuk terus memperbaiki diri, menjalani kehidupan yang lebih baik pada hari ini, esok, dan seterusnya.

Segala sesuatu terjadi atas kehendak Allah SWT, Sang Maha Berkehendak. Oleh sebab itu, hanya dengan kehendak-Nya saya merasa seolah dilahirkan Kembali bukan menjadi manusia yang sempurna, karena kesempurnaan hanyalah milik-Nya, tetapi menjadi manusia yang berusaha agar hidupnya tidak sia-sia dan tidak merugi.

Semoga setiap detik yang tersisa menjadi ladang amal, setiap langkah menjadi manfaat, dan setiap perubahan yang dimulai hari ini mampu bertahan hingga akhir hayat nanti. Aamiin.


Artikel Terkait:

0 Komentar di "Berhenti dari Kebiasaan yang Telah Mengakar Puluhan Tahun Bukanlah Perkara Mudah"

Posting Komentar